Friday, June 20, 2008

Deddy Mizwar, Bintang Lintas Generasi

Tidak banyak aktor maupun aktris Indonesia yang masih eksis dalam dua generasi perfilman Indonesia. Generasi yang dimaksud adalah generasi dimana perfilman Indonesia masih menggunakan proses dubbing dalam proses pengisian suaranya, dan generasi yang satu lagi adalah generasi yang lebih maju, dimana proses pengisian suaranya telah menggunakan tekhnologi digital, biasa disebut direct sound. Lalu siapa aktor atau aktris yang pernah merasakan dua fase tersebut? Lukman Sardi adalah salah satunya.

Karir perfilmannya sendiri terbagi dalam dua fase di kehidupannya, pertama adalah ketika ia masih berusia 5 tahun. Putra dari maestro biola Indonesia Idris Sardi ini, mendapat tawaran dari sutradara Wim Umboh untuk bermain dalam salah satu filmnya. Dengan persetujuan sang ayah, dengan mantap Lukman Kecil memulai karirnya sebagai aktor cilik.

Film pertama Lukman berjudul Pengemis dan Tukang Becak, produksi PT Jaya Bersaudara Film. Dalam film yang diproduksi tahun 1978 ini, Lukman bemain bersama Christine Hakim, Alan Suryaningrat, Ully Artha, Dicky Zulkarnaen, Chris Steven, Henry Susanto, serta sang kakak Ajeng Triani Sardi. Hingga menjelang lulus SMP, setidaknya, Lukman yang lahir di Jakarta pada 14 Juli 1971 ini telah membintangi delapan judul film, yairu Kembang-Kembang Plastik, Pengemis dan Tukang Becak, Anak-anak Tak Beribu, Gema Hati Bernyanyi, Laki-Laki Dalam Pelukan, Bermain Drama, Beningnya Hati Seorang Gadis, serta Cubit-Cubitan.

Beranjak remaja, kehidupan Lukman jauh dari dunia film, dan menjadi seorang aktor bukanlah menjadi tujuan hidupnya ketika itu. Disinilah fase kedua Lukman berawal, sebuah fase dimana Lukman yang saat ini adalah seorang aktor kawakan Indonesia, pernah menjalani sebuah fase jauh dari dunia akting. Ketika SMA, Lukman pernah berfikir untuk menjadi seorang tentara. Akan tetapi, dengan basic pelajaran SMA yang berbeda, pada akhirnya membuat ia mengurungkan niatnya itu. Akhirnya Lukman melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah dengan mengambil Fakultas Hukum di Universitas Trisakti Jakarta.

Mendapatkan gelar Sarjana Hukum, tidak serta merta membuat Lukman tertarik bekerja di bidang hukum, karena ia melihat praktek hukum di Indonesia masih kacau balau. Hingga ia beralih profesi sebagai seorang sales asuransi, dan juga mendirikan serta mengelola sebuah playgroup.

Namun sebuah tawaran untuk bermain sinetron membuat ia berfikir untuk kembali ke dunia yang pernah membesarkan namanya ketika kecil. Adalah sinetron berjudul Cinta Yang Kumau serta sebuah sinetron lepas berjudul Kawin Lari. Dalam proses pengerjaan sinetron itu, Lukman merasakan kenikmatannya dalam berakting. Dan selepas dari sinetron tersebut, Lukman mendapatkan tawaran untuk casting dalam sebuah film yang akhirnya membawa namanya kembali ke dunia layar lebar, yaitu Gie yang diperankannya bersama Nicholas Saputra.

Disinilah fase kehidupan seorang aktor bagi Lukman Sardi ia dapatkan kembali. Film-film besar seperti Berbagi Suami, 9 Naga, Pesan Dari Surga, Nagabonar Jadi 2 serta Quickie Express adalah judul-judul film yang ia bintangi. Dan sebuah film terbarunya berjudul In The Name Of Love yang akan segera tayang, menyanding namanya kembali bersama aktris besar Indonesia, Christine Hakim.

No comments: